Rabu, 25 Februari 2026

Monitoring Penyu Hijau di Pantai Citireum: Peran Kelandaian dan Vegetasi Pantai dalam Keberhasilan Peneluran

    Pada tanggal 6 – 11 September 2025, Kelompok Studi Penyu Laut “Chelonia” melaksanakan kegiatan monitoring penyu hijau (Chelonia mydas) di Pantai Citireum, Suaka Margasatwa Cikepuh, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kelandaian pantai dan vegetasi pesisir terhadap aktivitas peneluran penyu hijau, sekaligus mendukung upaya konservasi pantai peneluran.

Gambar 1. Tim KSPL”Chelonia” dengan Masyarakat Lokal

    Selama tiga hari pengamatan intensif (7 – 9 September 2025), tercatat tujuh individu penyu hijau naik bertelur dengan total 490 butir telur. Aktivitas monitoring dilakukan pada malam hari dengan sistem pos pengamatan untuk meminimalkan gangguan terhadap penyu yang mendarat.
    Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kemiringan Pantai Citireum sebesar 3,72°, yang termasuk kategori landai. Kondisi ini sangat mendukung mobilitas induk penyu yang berukuran besar saat naik ke daratan, serta membantu mencegah risiko genangan air laut pada sarang yang menyebabkan pembusukan pada telur.

Gambar 2. Proses Monitoring Penyu Laut

    Selain itu, vegetasi pantai seperti pandan laut (Pandanus tectorius), biduri (Calotropis procera), dan bakung (Crinum asiaticum) berperan penting untuk menjaga suhu dan kelembapan pasir, mengurangi risiko erosi, serta memberikan rasa aman bagi induk penyu saat bertelur. Kombinasi antara kelandaian pantai yang ideal dan vegetasi pelindung menjadikan Pantai Citireum sebagai pantai peneluran yang optimal bagi keberlangsungan penyu hijau bertelur.
     Kegiatan monitoring ini tidak hanya menjadi bentuk kontribusi akademik, tetapi juga wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap konservasi satwa laut yang terancam. Upaya perlindungan habitat peneluran seperti di Pantai Citireum menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan populasi penyu hijau di Indonesia.
    Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian pantai dan ekosistem laut. Konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga atau peneliti, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama untuk mengurangi sampah, menjaga vegetasi pesisir, serta mendukung perlindungan satwa liar seperti penyu hijau. Dengan kepedulian dan tindakan sederhana yang konsisten, kita dapat ikut memastikan bahwa pantai-pantai Indonesia tetap menjadi rumah yang aman bagi generasi penyu berikutnya.

 

#KonservasiPenyu #PenyuHijau #SaveTheTurtles #BersamaJagaAlam #ProtectOurOcean 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar